Pembacaan Alkitab: Efesus 1:15-23

Sdr-sdr yang dikasihi Tuhan Yesus,

Apa bedanya mengetahui dan mengenal – beda antara tahu dan kenal? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengetahui dan mengenal mempunyai arti yang hampir sama. Namun sebenarnya, ada perbedaan antara mengetahui dan mengenal. Dalam bahasa Inggris, ada perbedaan antara kata “to know” mengetahui dan kata “to be acquainted with” mengenal. Jadi mengenal berarti mengetahui lebih dalam. Tahu belum tentu kenal. Tetapi kalau kenal pasti tahu.

Saya akan perlihatkan foto seorang wanita?

Mungkin sebagian dari sdr-sdr sudah tahu siapa sosok wanita ini. Tapi apakah sdr-sdr mengenal siapa ibu Santi yang sebenarnya, belum tentu. Berbeda dengan saya, Saya tidak saja tahu tapi juga sangat mengenal siapa sosok ibu Santi. Ya tentu saja, karena bu Santi itu istri saya. Kami telah lama hidup bersama sebagai suami dan istri lebih dari 25 tahun, belum lagi ditambah 4 tahun masa pacaran. Wajar kalau kami sudah saling mengenal. 

Apa yang menyebabkan tahu dan kenal berbeda? Ada yang mengatakan, kita mengetahui karena melihat, karena mendengar dan mendapat informasi atau karena kecerdasan kita. Tetapi kita bisa mengenal karena adanya suatu interaksi yang erat dan akrab akibat dari pengalaman hidup bersama.  Nah, sdr-sdr demikian pula relasi kita dengan Kristus. Apakah kita hanya sekedar tahu Tuhan atau kita benar-benar mengenal-Nya?

Sdr-sdrku, sudah lama menjadi orang kristen, rajin datang ke gereja dan aktif melayani, tidak menjamin bahwa kita sudah mengenal siapa Tuhan kita dan mengalami kasih dan kuasa-Nya dalam hidup kita. Nah, apakah mungkin, kita bisa mengenal dan mengalami Kristus dalam hidup kita? Kita bersyukur karena mempunyai Allah yang peduli dan mengasihi kita, orang-orang yang berdosa.

Karena kasih-Nya begitu yang besar, Allah rela berinkarnasi menjadi pribadi manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus, sehingga kita dapat mengenal dan mengalami-Nya. Inilah salah satu keunikan kekristenan bahwa kita sebagai umat-Nya, tidak saja mengetahui dan mempelajari ajaran  Firman Tuhan, tetapi kita dapat membangun dan menjalani  relasi secara pribadi dengan Tuhan kita. Dia Allah yang rindu untuk mengenal masing-masing kita secara pribadi.

Oleh sebab itu, sebagai orang kristen, kita jangan hanya sekedar tahu, tetapi juga ada kerinduan untuk mengenal lebih dalam dan mengalami Kristus di dalam hidup kita. Kristus sudah memberi diri-Nya untuk dikenal. Suami-istri atau orang-orang yang sudah saling mengenal, tentu tahu atau hafal apa yang diinginkan oleh pasangan atau teman baiknya.

Sdr-sdr, saya pernah suatu kali, melawat atau kunjungan ke rumah pasangan suami-istri anggota jemaat kami. Ketika kami sedang asyik ngobrol, tiba-tiba sang suami berkata kepada istrinya, “Mam” sambil mengedipkan matanya. Sang istri, menjawab “ok pap” lalu segera bangun dari tempat duduknya. Wah, saat itu saya berpikir, mesra sekali suami istri ini, sudah lama menikah tetapi masih suka main mata.

Tidak lama kemudian sang istri datang kembali dengan membawa minuman. Oh saya mengerti ternyata kedipan mata sang suami itu berarti “mam tolong ambil minum”. Itulah keberadaan suami istri yang sudah saling mengenal. Mereka sudah saling tahu keinginan pasangannya walaupun hanya memakai bahasa tubuh.

Sdr-sdr yang dikasihi Tuhan Yesus,

Kalau kita sudah mengenal dan mengalami Kristus di dalam hidup kita, maka kita bukan sekedar menjadi orang kristen tetapi kita juga tahu siapa Tuhan yang kita percayai dan apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup kita. Kalau kita mengenal Tuhan kita, pasti kita memiliki hubungan pribadi yang erat dan akrab dengan-Nya.

Dan melalui hubungan pribadi yang dekat dengan-Nya, kita bisa lebih mengenal kepribadian-Nya, perintah-Nya, kehendak-Nya dan juga kuasa-Nya. Inilah yang diharapkan dan dirindukan oleh rasul Paulus bagi jemaatnya di Efesus.

Kalau kita membaca beberapa ayat sebelum perikop kita, yakni Efesus 1:13-14, Paulus mengatakan kepada jemaat di Efesus bahwa ketika mereka percaya maka mereka akan dimeteraikan atau diteguhkan oleh Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu, yang merupakan jaminan bagi mereka sampai mereka mencapai kemuliaan, yakni hidup yang kekal bersama dengan Tuhan.   

Apa yang disampaikan oleh rasul Paulus, bukan sekedar kata-kata atau nasehat tetapi juga merupakan pengalaman pribadinya. Kita tahu kisah sebelum menjadi rasul, Paulus yang dulunya bernama Saulus adalah orang yang mengejar-ngejar dan menangkap para pengikut Kristus.

Tetapi setelah ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang bangkit. Terjadi perubahan dalam hidupnya. Ia mulai tahu dan mengenal serta mengalami betapa besar kasih karunia Tuhan di dalam hidupnya.

Perikop kita dari Efesus 1:15-23, merupakan doa Paulus kepada Allah Bapa supaya jemaatnya di Efesus boleh mengenal dan mengalami Kristus dalam pengharapan, panggilan, kemuliaan dan kuasa-Nya. Apa saja yang dapat kita pelajari dari doa Paulus ini?

  1. Permohonan pertama dari doa Paulus adalah agar mereka diberi Roh hikmat, yakni Roh Allah sendiri. Mengapa disebut Roh hikmat? Karena Roh Allah lah yang memberi hikmat kepada manusia untuk bisa mengerti rahasia kehendak Allah. Dengan hanya mengandalkan kekuatan dan akal budi manusia, kita tidak akan mampu untuk mengerti rencana kehendak Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita sungguh membutuhkan hikmat dari Tuhan bukan hikmat dunia.
  2. Permohonan yang kedua dari doa Paulus adalah, agar Allah memberi mereka wahyu atau penyataan. Wahyu dalam bahasa aslinya adalah apokalupsis. Yang berasal dari kata kerja apokaluptein yang berarti menyatakan, membuka selubung atau membuka tutup. Jadi wahyu atau penyataan dibutuhkan oleh jemaat untuk mengenal Kristus dengan benar. Saat ini di media sosial bermunculan pelbagai ajaran yang menyesatkan. Kita perlu belajar untuk mengenal Tuhan kita dengan benar.
  3. Permohonan ketiga dari doa Paulus adalah supaya Allah menjadikan mata hati mereka terang, sehingga mereka mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya, yakni betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya di antara orang-orang kudus (ayat 18).

Mata hati mereka perlu diterangi oleh Roh Allah supaya mereka dapat melihat dengan baik dan jelas, dalam hal ini, mengerti pengharapan dari panggilan mereka sebagai umat Allah, yakni tentang warisan surgawi, kemuliaan (glorification) atau kehidupan yang kekal bersama Tuhan untuk selama-lamanya.

De ogen van hun hart moeten worden verlicht door de Geest van God, zodat ze goed en duidelijk kunnen zien, in dit geval, de verwachtingen van hun roeping als Gods volk begrijpen, namelijk over hun hemelse erfenis, verheerlijking en het eeuwige leven met God, voor altijd.

  1. Melalui permohonan doa Paulus ini, kita memahami ada dua sisi bahwa di satu sisi, ia memohon kepada Allah Bapa agar melalui pekerjaan Roh-Nya memberi kepada jemaat di Efesus, hikmat, wahyu dan mata hati yang terang untuk boleh mengerti panggilan, pengharapan dan kuasa Tuhan. Dan di sisi lain, Paulus berdoa agar ada kerinduan dari jemaat, tidak saja sekedar tahu tetapi mengenal lebih dalam dan mengalami Kristus di dalam kehidupan mereka.

Sdr-sdr yang dikasihi Tuhan Yesus,

Paulus sangat berharap agar jemaat di Efesus boleh mengenal Allah dengan benar. Bagaimana caranya? Tanpa pekerjaan Roh Allah, hal itu tidaklah mungkin. Hal ini juga berlaku bagi kita, umat kristiani pada masa kini. Untuk mengenal dan mengalami Kristus dengan benar maka kita sangat membutuhkan Roh Kudus.

Nanti pada hari Pentakosta, kita akan merayakan hari turun-Nya atau datang-Nya Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya. Roh Kudus tidak saja tinggal dalam hati setiap orang percaya, tetapi juga membantu terjadinya suatu pertumbuhan rohani sehingga kita bisa mengenal Kristus lebih dalam lagi dan mengalami kuasa-Nya lebih nyata lagi dalam hidup kita.

Dallas Willard dalam bukunya The Divine Conspiracy menjelaskan tentang Segitiga Emas Pertumbuhan Rohani (The Golden Triangle of Spiritual Growth) yang dapat membantu kita untuk lebih mengenal Kristus dan mengalami kuasa kebangkitan-Nya:

  1. Bertumbuh oleh Roh Kudus. Kalau kita mempunyai hubungan atau relasi pribadi yang erat dengan Tuhan dan membiarkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus maka iman kita akan mengalami pertumbuhan. Bagaimana kita tahu bahwa iman kita bertumbuh? Melalui kehidupan dan kesaksian hidup kita.

Buah Roh akan terpancar dan nampak dari kehidupan dan kesaksian hidup kita sehari-hari: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23. Ini merupakan suatu proses seumur hidup kita.

  1. Bertumbuh oleh Roh Kudus melalui peristiwa sehari-hari. Melalui peristiwa atau kejadian yang kita alami sehari-hari, baik itu suka maupun duka, membuat kita lebih dekat dan mengenal Tuhan kita serta mengalami kasih dan kuasa-Nya nyata dalam hidup kita. Tuhan dapat dan mampu memakai setiap peristiwa dan tantangan hidup sehari-hari untuk membentuk kita semakin dewasa dalam iman dan semakin menyerupai karakter Tuhan kita.

Dalam masa pandemi ini, kita semua diingatkan bahwa bukan “apa” yang kita cari dan kejar selama ini, yang dapat kita andalkan dalam hidup ini. Tetapi “siapa” yang dapat kita harapkan dan andalkan agar kita dapat bertahan menghadapi masa-masa sulit ini. Kita juga diingatkan betapa rentan dan rapuhnya hidup kita sebagai manusia.

Kita menyaksikan sendiri, siapa pun tidak terkecuali, dapat terkena virus Covid 19. Oleh karena itu, kita sebenarnya hanya bisa bergantung dan berharap sepenuhnya kepada kuasa Tuhan. Dialah Tuhan yang Maha Kuasa dan yang mengontrol seluruh kehidupan manusia.

Kita bersyukur dengan kematian dan kebangkitan Kristus, semua hutang dan hukuman dosa kita telah ditebus dan dibayar lunas. Maut telah dikalahkan sehingga kematian bukan lagi menjadi kata akhir bagi kehidupan orang-orang percaya. Biarlah kuasa kebangkitan Kristus inilah yang menjadi pengharapan dan kekuatan bagi kita untuk menjalani kehidupan ini, khususnya dalam masa-masa sulit ini.

Memang virus Corona itu, ada nyata di dalam kehidupan kita dan dapat mematikan. Tetapi kuasa kebangkitan Kristus yang sudah mengalahkan kematian, juga nyata dalam hidup kita, orang-orang percaya. Mari kita alami kuasa kebangkitan Kristus itu, baik dalam kehidupan kita secara pribadi maupun bersama sebagai jemaat Tuhan.

  1. Bertumbuh oleh Roh Kudus melalui disiplin rohani.Agar kita bisa lebih mengenal dan mengalami Kristus maka harus ada upaya yang disengaja dari kita untuk lebih mendekatkan diri dan menjalin relasi yang akrab dengan Tuhan. Hal ini dapat kita lakukan melalui disiplin rohani.

Apa itu disiplin rohani? Yakni segala aktivitas, seperti waktu teduh, membaca Firman Tuhan, berdoa, bersekutu, bersaksi dan lainnya yang dapat membantu kita memperoleh kekuatan untuk menjadi seperti yang diajarkan dan diteladani oleh Kristus.

Sdr-sdr yang dikasihi Tuhan Yesus,

Kalau kita sudah mengenal dan mengalami Kristus di dalam hidup kita, pasti ada perubahan dalam diri dan hidup kita. Tidak saja iman kita semakin kuat dan bertumbuh dewasa tetapi kita juga semakin disadarkan dan mengerti akan tugas dan panggilan kita untuk memberitakan, membagikan dan menyaksikan kasih dan kuasa Tuhan yang sudah kita alami itu kepada orang-orang yang belum pernah mendengar dan mengalaminya.

Hari ini, kita merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus telah menjalankan dan menyelesaikan tugas-Nya sampai tuntas sebagai Penebus dan Juruselamat dunia. Selanjutnya misi keselamatan dan pemulihan Allah bagi dunia ini, yang telah dirintis oleh Tuhan Yesus, diserahterimakan kepada para murid-Nya dan juga kepada kita.

Tongkat estafet keselamatan dan pemulihan Allah bagi dunia ini, kini telah diserahkan kepada kita sebagai gereja-Nya pada masa kini. Mari kita menggunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan masih berikan ini, dengan lebih giat dan sungguh-sungguh lagi memberitakan, membagikan dan menyaksikan kasih dan kuasa kebangkitan Kristus melalui kehidupan kita baik sebagai pribadi maupun sebagai jemaat. Tuhan memberkati kita semua.

AMIN